Username : Password :

 

Permintaan CPO 2009 bakal naik 55%

cpo.bmp

Kondisi ini menyusul kebijakan pemerintah mendorong tumbuhnya permintaan di dalam negeri melalui keharusan (mandatory) pencampuran bahan bakar minyak dengan biodiesel sebesar 1% pada 2009 dan 5% pada 2010.

Hal itu mengemuka pada jumpa pers Menteri Perdagangan Mari E Pangestu usai menyampaikan paparannya pada "Indonesia Palm Oil Conference (IPOC) and Price Outlook 2009" di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12). Acara ini juga dihadiri pengurus Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Dirjen Perkebunan Deptan, Achmad Manggabarani.

Mendag mengatakan, untuk menekan dampak penurunan harga CPO internasional, pemerintah menurunkan Pajak Ekspor (PE) dari 2,5% menjadi nol persen pada November 2008 dan pada September 2008 melalui Keputusan Menteri ESDM, pemerintah mengeluarkan kebijakan keharusan mencampur BBM dengan biodiesel.

"Dengan menciptakan peningkatan pasar domestik melalui keharusan penggunaan biodiesel tersebut akan mendorong penambahan permintaan CPO di dalam negeri sebesar 2,5 juta ton tahun depan," katanya.

Saat ini total permintaan CPO nasional untuk industri pangan terutama minyak goreng dan kosmetik mencapai sekitar 4,5 juta ton. Dengan demikian pada 2009 permintaan CPO akan naik sekitar 55,5% akibat mandatory penggunaan biodiesel. Produksi CPO nasional sendiri ditargetkan mencapai 19 juta ton pada 2008.

Kebijakan penggunaan biodiesel tersebut juga akan mendorong kembali tumbuhnya industri biodiesel di dalam negeri yang sempat stagnan bahkan ada yang tutup akibat terhentinya produksi menyusul harga CPO yang melonjak hingga mencapai US$ 1.250 per ton pada Maret
2008.

Mari mengatakan selama ini sekitar 70% produksi CPO Indonesia dipasok ke pasar internasional, sehingga harga CPO sangat tergantung pada permintaan pasar dunia. Oleh karena itu, ketika harga minyak mentah dunia naik mencapai di atas US$ 100 per barel, permintaan CPO dunia juga naik yang mendorong harga CPO mencapai titik tertinggi US$ 1.250 per ton.

Namun, ketika harga minyak mentah dunia turun ke tingkat sekitar US$ 50-an per barel, harga CPO ikut turun menjadi di bawah US$ 500 per ton.

Untuk menekan ketergantungan itulah pemerintah menargetkan akan terus menciptakan peningkatan permintaan CPO domestik baik melalui kebijakan biodiesel maupun pengembangan industri hilir CPO lainnya yang memiliki nilai tambah tinggi. [*/cms]